PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPN 1 BEBANDEM
PELAKSANAAN
PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
DI SMPN 1 BEBANDEM
Oleh:
Ni Wayan Parwati, S.Pd.,M.Ag
NIP.19710522 199702 2 001
A. PENDAHULUAN
Pendidikan inklusif merupakan pendidikan umum yang di dalamnya terdapat anak berkebutuhan khusus (ABK) dan anak normal lainnya yang belajar secara bersama-sama dalam proses pembelajaran. Fenomena pendidikan inklusif merujuk kepada kebutuhan semua anak dalam mendapatkan pendidikan, tanpa ada perbedaan dalam segi fisik maupun psikis anak (Tarmansyah, 2013). Dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif berarti sekolah harus mengakomodasikan semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial-emosional, linguistik atau kondisi lainnya (Olsen, 2003).
Paradigma pendidikan inklusif bisa menjadi solusi untuk peserta didik yang melanjutkan pendidikan tanpa harus merasa kecil hati, karena mereka dapat belajar secara bersama-sama dengan peserta didik normal lainnya. Hak pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus tertuang pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab IV mengenai hak dan kewajiban warga negara, orang tua, masyarakat, dan pemerintah pada pasal 5 ayat 1 berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Anak berkebutuhan khusus, memiliki jaminan hukum kesetaraan hak dalam memperoleh pendidikan yang diatur dalam Undang- Undang Negara Indonesia.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini yang akan dijadikan subjek penelitian adalah SMPN 1 Bebandem. Proses analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan dua tahap, diantaranya: analisis sebelum di lapangan, dan analisis selama di lapangan model Miles and Huberman
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan program pendidikan inklusif di SMPN 1 Bebandem dengan menerapkan kurikulum regular (Kurikulum 2013) yang dimodifikasi sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. dapat digambarkan sebagai berikut: Pada awal wawancara dengan Ibu Kepala SMPN 1 Bebandem yaitu Dr. Ni Wayan Parwati,S.Pd.,M.Ag, dan guru pembimbing khusus di ruang sumber belajar inklusi, keadaan anak berkebutuhan khusus di SMPN 1 Bebandem yaitu 3 orang peserta didik dengan kategori sebagai berikut berkesulitan belajar, lamban belajar dan autis. Berbagai macam kategori inilah peserta didik berkebutuhan khusus yang tidak bisa mengikuti materi di kelas regular, maka guru pembimbing khusus membuat kurikulum modifikasi sesuai kebutuhan dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus tersebut yang disebut dengan kurikulum PPI (Program Pembelajaran Individu)
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penempatan peserta didik berkebutuhan khusus dalam penerapan pendidikan inklusif di SMPN 1 Bebandem menggunakan model kelas regular dengan pull out dimana anak berkebutuhan khusus belajar bersama anak regular lainnya. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik tersebut bisa tanggap dengan apa yang diperintahkan, serta menciptakan pembelajaran yang membuat peserta didik berkebutuhan khusus menjadi tidak merasa jenuh.
D. PENUTUP
Simpulan
Pelaksanaan program pendidikan inklusif di SMPN 1 Bebandem menggunakan kurikulum modifikasi sesuai kebutuhan dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus tersebut yang disebut dengan kurikulum PPI (Program Pembelajaran Individu).
Saran
Penyelenggaraan program pendidikan inklusif memberikan dukungan terhadap guru, serta sarana prasarana penunjang yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dalam pelaksanaan kebijakan program pendidikan inklusif di Kabupaten Karangasem.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Bapak Wabup Pandu Beri Apresiasi SMPN 1 Bebandem Sulap Sampah Plastik Jadi Gaun
- Pembelajaran Drama Sebagai Media Menanamkan Karakter Siswa
- PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMPN 1 BEBANDEM
- Aturan dan Kebijakan (Tahun 2023)
- Pembelajaran Masa PPKM di SMPN 1 Bebandem Dengan Metode KODARING dan KURUS (Tahun 2022)
Kembali ke Atas



